Friday, September 5, 2014

Pengertian Interaksi Sosial Sebagai Proses Interaksi Pada Masyarakat


Pengertian Interaksi Sosial Sebagai Proses Interaksi Pada Masyarakat - Interaksi adalah suatu kegiatan berkomunikasi, melakukan kegiatan antar individu, kelompok, maupun organisasi yang pelakunya lebih dari satu atau dua orang. Interaksi terjadi karena adanya proses pendekatan dengan lingkungan masyarakat, karena sebagai masyarakat kita tentunya tidak pernah lepas berinteraksi karena kita tercipta sebagai makhluk sosial atau hidup berdampingan. Kita tidak bisa hidup sendirian, karena pada dasarnya hidup kita sudah diatur dan berdampingan saling membutuhkan.

1. Interaksi Sosial
Dilihat dari asal-usulnya, Interaksi sosial berasal dari bahasa Inggris social interaction yang mengandung pengrtian sebagai saling tindak(inter action) yang dibangun, dipertahankan, atau diubah oleh dua orang atau lebih. Hal ini mengisyaratkan bahwa tindakan sosial merupakan pakan unsur utama interaksi sosial. Berikut beberapa definisi tentang pengertian sosial oleh para ahli sosiologi, dengan harapan kita dapat membandingkan, kemudian dapat menyimpulkan tentang apakah interaksi sosial itu.

a. Prof.DR.Soerjono Soekanto, SH.MA
Prof.DR.Soerjono Soekanto, SH.MA mengemukakan interaksi sosial sebagai sebagai bentuk-bentuk yang tampak, apabila orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia itu mengadakan hubungan satu dengan yang lain, dengan terutama mengetengahkan kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial sebagai unsur-unsur pokok dari struktur sosial.

b. Rouceck and Warren (1963)
Rouceck and Warren (1963), mendefinisikan di dalam interaksi sosial terlihat adanya aksi dan reaksi, serta mengandung rangsangan dan respons.

c. Kimbal Young (1959)
Kimbal Young (1959) merumuskan bahwa interaksi sosial itu adalah sebagai kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu, jika tanpa interaksi sosial, tidak mungkin terdapat kehidupan bersama.

Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat kita ketahui bahwa wujud proses-proses sosial, yaitu interaksi sosial, karena interaksi sosial itu merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Bentuk interaksi sosial melalui proses-proses sosial yang beraneka ragam, yang menyusun unsur-unsur dinamis dimasyarakat melalui proses tingkah laku(behavior) yang dikaitkan dengan struktur sosial. Perubahan sikap dan prilaku yang terjadi dapat berupa positif dan negatif. Contohnya, apabila kalian bertemu seorang teman pasti saling menyapa, saling bicara panjang lebar tentang kawan yang lain(segi positif), akan tetapi mungkin pertemuan bisa menjadi pertengkaran bahkan perkelahian(segi negatif). Aktifitas-aktifitas semacam inilah merupakan bentuk interaksi sosial.

Bentuk interaksi sosial yang berbentuk kelompok-kelompok, disini individu yang tersangkut tidak nampak. Dapat diartikan dalam interaksi sosial antar kelompok-kelompok manusia itu tidak bersifat pribadi. Misalnya, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia(HUT RI) di sebuah desa karang taruna mengadakan sebuah lomba dan pentas/panggung gembira antara dusun satu dengan dusun yang lain, maka kemenangan atas nama dusun yang bersangkutan.


2. Jenis-Jenis Interaksi Sosial
Interaksi sosial dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Interaksi antara individu dengan individu





Interaksi ini terjadi ketika dua individu saling bertemu, interaksi sosial pun terjadi walaupun kedua individu tersebut tidak melakukan apa-apa. Namun, sebenarnya interaksi sosial terjadi apabila masing-masing individu sadar akan adanya individu lain yang menyebabkan perubahan dalam diri masing-masing. Hal ini sangat dimungkinkan oleh adanya faktor-faktor tertentu, seperti bau minyak wangi, bau keringat, bunyi sepatu ketika sedang berjalan, dan hal-hal lain yang bisa mengundang orang lain bereaksi. Wujud interaksi ini bisa berwujud jabat tangan, bercakap-cakap, saling menegur, dan sebagainya.

b. Interaksi antara kelompok dengan kelompok



Interaksi sosial bisa juga terjadi antara kelompok dengan kelompok. Interaksi ini terjadi pada suatu kesatuan bukan sebagai pribadi-pribadi. anggota kelompok yang bersangkutan. Contohnya satu pertandingan sepak bola seluruh negara-negara Asia Tenggara.

c. Interaksi antara individu dengan kelompok


Bentuk interaksi ini berbeda-beda sesuai dengan keadaan. Interaksi tersebut mencolok manakala terjadi benturan kepentingan perorangan dan kepentingan kelompok. Misalnya seorang guru sedang mengajar di depan para siswa.


3. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
b. Ada komunikasi antarpelaku menggunakan simbol-simbol.
c. Ada dimensi waktu(masa lampau, masa kini, dan masa mendatang)
d. Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan diperkirakan oleh pengamat.


4. Faktor-Faktor Interaksi Sosial
Faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial adalah sebagai berikut.

Imitasi
Imitas adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. Sebagai suatu proses ada kalanya imitasi berdampak positif apabila yang ditiru adalah individu-individu yang baik menurut pandangan masyarakat. Akan tetapi imitasi bisa berdampak negatif jika yang ditiru yaitu sosok individu yang dinilai negatif oleh masyarakat.
Berikut contoh negatif, yaitu "seorang siswa SMK meniru penampilan bintang film terkenal seperti, rambut gondrong(panjang)/mohawk, memakai anting-anting, memakai gelang dan kalung secara berlebihan. Tindakan seperti itu akan mengundang reaksi dari lingkungan sekitar yang menilai penampilan tersebut urakan/tidak sopan". Adapun contoh positif, yaitu "seorang siswa SMK yang meniru tingkah laku seorang guru disekolahnya yang baik, berwibawa, bijaksana, sehingga sikap siswa tersebut baik dilihat dari kalangan masyarakat, orang tua, dan teman sepermainan".

Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari suatu pihak kepada pihak lain, Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh/pandangan itu dan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang. Sugesti biasanya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa atau memiliki pengaruh besar dalam lingkungannya. Akan tetapi, sugesti biasanya berasal dari kelompok besar(mayoritas) terhadap kelompok kecil(minoritas), ataupun orang dewasa terhadap anak-anak, cepat atau lambat proses sugesti ini sangat tergantung pada usia, keperibadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang. Kalangan yang tingkat pendidikannya rendah ataupun terbelakang cenderung mudah terkena pengaruh orang lain, mulai dari himbauan sampai hasutan, sedangkan kalangan berpendidikan tinggi cenderung bersikap kritis, sehingga tidak mudah terkena sugesti. Contohnya, seorang calon presiden(Capres) melakukan kampanye di hadapan masyarakat dengan menjanjikan hal-hal yang berhubungan dengan kemajuan Bangsa Indonesia dan kesejahteraan rakyat terutama orang miskin. Tindakan itu dilakukan agar masyarakat mau memilihnya menjadi Presiden Republik Indonesia.

Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola(seseorang yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya sudah sangat kuat. Misalnya, seorang pemuda yang mengidolakan vokalis band terkenal seperti Charly ST-12, tentu ia akan berusaha mengubah penampilannya seperti model rambut, pakaian, gaya bicara, dan lain sebagainya.

Simpati
Simpati adalah suatu peroses di mana seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya. Dibandingkan dengan ketiga faktor sosial sebelumnya, simpati terjadi melalui proses yang lamban, namun pengaruh simpati lebih mendalam dan tahan lama. Agar simpati dapat berlangsung dan bertahan lama diperlukan adanya saling pengertian antara kedua belah pihak, pihak yang satu terbuka mengungkapkan pikiran ataupun isi hatinya, sedangkan pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya simpati menjadi dasar hubungan persahabatan.

Motivasi
Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh/stimulasi yang diberikan seseorang individu lainnya sedemikian rupa, sehingga orang yang diberikan motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimaksudkan secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Contohnya, guru SMK memberikan tugas kepada para muridnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah(PR), hal tersebut merupakan motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab.

Empati
Empati adalah perasaan untuk merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut larut merasakan apa yang dilakukan, dialami, diderita oleh orang lain, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaannya saja. Contohnya, ada seorang kerabat yang menderita kangker stadium IV dan tidak bisa ditolong lagi, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah kita ikut merasakan sakit.


5. Proses-Proses Sosial
Sosiologi menelaah dan meneliti proses-proses sosial atau social process para sosiolog merasakan betapa pentingnya tentang proses-proses sosial. Mengingat bahwa pengetahuan tentang struktur masyarakat belum cukup untuk memperoleh gambaran yang nyata mengenai kehidupan bersama dari manusia. Pengetahuan mengenai segi yang dinamis dari masyarakat atau gerak masyarakat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proses-proses sosial adalah cara cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. Atau dengan kata lain, proses-proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai kehidupan bersama.

Pembahasan mengenai proses sosial mencakup ruang lingkup yang luas. Pembahasan ini meliputi bentuk interaksi sosial, yaitu bentuk-bentuk yang tampak apabila perorangan atau kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain. Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Oleh karena itu, tanpa interaksi sosial, tak mungkin ada kehidupan bersama. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan dasar proses-proses sosial. Sehingga bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dinamakan proses sosial) oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.


6. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Adanya kontak sosial(social contact)
Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum, berarti bersama-sama dan tango, artinya menyentuh. Dengan demikian arti kontak adalah bersama-sama menyentuh, memperjelas pengertian kontak dimaksudkan apabila dua orang secara fisik ebrsama-sama mengadakan hubungan badaniah. Sebagai gejala sosial, kontak tidak harus berhubungan badan/fisik, akan tetapi kontak dapat beruba saling memandang, saling menegur, saling berbicara. Pada era teknologi canggih seperti sekarang, dapat dikatakan bahwa dunia telah dikuasai oleh teknologi informasi modern, sehingga kontak sosial dapat mudah lewat komunikasi satelit, telepon, telegraf, fax, radio, TV, surat kabar dan lain-lain. Dengan majunya kebudayaan informasi yang begitu cepat, maka jarak pandang dunia ini menjadi kecil/sampit.


Kontak sosial dalam pelaksanaannya dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut.

a. Kontak yang bersifat antar indiidu
Bentuk interaksi ini dimana individu manusia dengan manusia lain melakukan kontak, baik secara langsung(face to face) maupun lewat media seperti telepon, telegram/media elektronika.

b. Kontak antara seseorang/manusia dengan kelompok manusia atau sebaliknya
Dalam kontak ini interaksi sosial berlangsung dari seseorang dengan kelompok atau sebaliknya, sehingga dapat terjadi saling mempengaruhi apa yang diharapkan oleh keduanya. Contohnya, sekelompok masyarakat ternyata main hakim sendiri didalam kasus memukul pencuri, kemudian Pak Kades memberikan pengarahan penyuluhan tentang hukum.

c. Kontak antar kelompok dengan manusia lainnya
Interaksi sosial ini aktivitas individu manusia tidak begitu penting, akan tetapi atas nama kelompok sosial yang menentukannya. Misalnya, dalam sistem pemilihan umum antar kontestan saling kampanye untuk memperoleh simpati massa dalam perolehan suara sebanyak-banyaknya. Kontak sosial disebut aktif jika seseorang itu mendapatkan tanggapan secara positif dari pihak yang lain. Sebagai contoh, seorang penjual koran yang sedang memasarkan tentang isi koran tersebut menyangkut berita-berita aktual, misalnya lowongan pekerjaan, penerimaan mahasiswa barupada beberapa perguruan tinggi, harga barang, operasi terhadap preman dan lain-lain, karena merupakan berita yang masih hangat tentu akan mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat. Tetapi jika itu koran, makalah atau beritanya sudah lama, maka akan mendapatkan tanggapan yang diabaikan/negatif oleh masyarakat.

Wujud kontak sosial dapat berlangsung melalui dua cara, yaitu sebagai berikut.

1) Kontak primer/kontak langsung


Kontak primer terjadi apabila keduanya berhubungan secara langsung tatap muka(face to face) dalam bentuk saling tegur, jabat tangan, saling melirik, saling tersenyum, saling memelukm dan sebagainya.

2) Kontak sekunder/kontak secara tidak langsung

Kontak sekunder, yaitu kontak sosial yang membutuhkan pihak ketiga sebagai media untuk melakukan hubungan timbal balik. Contohnya, seorang bintang film terkenal meminta asisten pribadinya untuk menyampaikan pesan-pesan kepada para penggemarnya dalam acara kenferensi pers.

b. Adanya Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin comunicare yang artinya memberi atau menambahkan. Kata communicare itu sendiri aerakar communis yang artinya umum. Komunikasi memiliki banyak makna, secara sederhana bisa diartikan tindakan atau perbuatan mengirimkan/meneruskan sesuatu. Salah satunya adalah pesan/informasi, baik lisan maupun tulisan. Sehingga dapat dikatakan dalam pengertian komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan(ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.

Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata(lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, maka komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerakan-gerakan badan yang menunjukan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu dengan cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa non verbal atau bahasa isyarat. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau kelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi ini dapat efektif apabila pesan yang disampaikan atau ditafsirkan sama dengan pihak yang menerima tersebut.

1) Komponen komunikasi
Agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik, sedikitnya dibutuhkan komponen-komponen sebagai berikut.

a) Pengirim atau komunikator(sender)
adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.

b) Penerima atau komunikan(receiver)
adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.

c) Pesan(message)
adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh suatu pihak kepada pihak lain.

d) Umpan balik(feed back)
adalah tanggapan dari penerima pesan atas isi yang disampaikannya.

2) Proses Komunikasi


Secara ringkas proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan sebagai berikut. Komunikator(sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti maksudnya oleh kedua belah pihak. Pesan(message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran, baik secara langsung atau tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. Komunikan(receiver) menerima pesan yang disampaikan dan diterjemahkan isi pesan yang diterimanya kedalam bahasa yang dimengerti oleh keuda belah pihak. Selanjutnya, komunikan(receiver) memberikan umpan balik(feed back) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud si pengirim. Contohnya, seorang pemuda sebutlah namanya Romeo ingin berkomunikasi dengan gadis yang disukainya yaitu Juliet. Romeo ingin mengatakan bahwa dia suka pada Juliet. Dalam contoh ini, Romeo berperan sebagai komunikator(sender), sedangkan Juliet sebagai Komunikan(receiver). Kemudian Romeo mengirimkan pesan dengan berbicara secara langsung atau lewat media lainnya lewat telfon, surat, email, SMS, atau bahasa simbol seperti memberinya bunga, hadiah atau barang kesukaannya. Gadis yang dimaksud, yaitu Juliet, menerima pesan dari Romeo, kemudian menterjemahkan isi pesan tersebut dan memikirkannya. Selanjutnya, Juliet akan memebrikan umpan balik untuk menanggapi pesan yang diterimanya berupa jawabannya ya atau tidak, atau juga bisa diam saja jika tidak mengerti.

[-] Dilarang Memasukan Link Aktif
[-] No Spam, Sara, Promosi
[+] Sopan dan Saling Menghargai
[+] Saya sangat menghargai komentar dari anda

~Selamat datang dan terimakasih telah berkunjung~
EmoticonEmoticon