Tuesday, January 17, 2017

Langkah-Langkah Mengapresiasikan Puisi Dan Contohnya


Langkah-Langkah Mengapresiasikan Puisi Beserta Contohnya - Mengapresiasi puisi adalah salah satu kegiatan memahami suatu karya puisi dan dapat mengetahui makna puisi. Dalam mengapresiasikan pusi, banyak sekali yang harus dipahami. Mulai dari unsur-unsur puisi, nilai-nilai puisi dan juga cara melakukan apresiasi terhadap suatu puisi. Berikut ini akan diberikan sebuah contoh langkah-langkah mengapresiasikan puisi.

1. Membaca Puisi Berulang Kali (Bacalah puisi berikut ini berulang kali!)


MATA PISAU
(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu tak berkejab menatapmu;
kau yang baru saja mengasahnya
berpikir : ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu


2. Melakukan Pemenggalan (Pemenggalan puisi "Mata Pisau")

MATA PISAU
(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu / tak berkejab menatapmu; //
kau yang baru saja mengasahnya/
berpikir : // ia tajam untuk mengiris apel /
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam //
ia berkilat / ketika terbayang olehnya urat lehermu //


3. Membuat Parafrase (Contoh parafrase puisi "Mata Pisau"

MATA PISAU
(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu / tak berkejab menatapmu; //
(Sehingga) kau yang baru saja mengasahnya/
berpikir : // (Bahwa) ia (Pisau itu) tajam untuk mengiris apel /
yang (Sudah) tersedia di atas meja
(Hal) (Itu) (Akan) (Kau) (Lakukan) sehabis makan malam //
ia (Pisau itu) berkilat / ketika terbayang olehnya urat lehermu //


4. Menentukan Makna Konotatif Kata atau Kalimat (Makna Konotatif Puisi "Mata Pisau)

Pisau: Sesuatu yang memiliki dua sisi, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bisa pula disalahgunakan sehingga menghasilkan sesuatu yang buruk, jahat, dan mengerikan.

Apel: Sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Terbayang olehnya urat lehermu: Sesuatu yang mengerikan.


5. Menceritakan Kembali Isi Puisi (Cotoh Puisi "Mata Pisau" Yang Diceritakan Kembali)

Berdasarkan hasil dari langkah diatas, maka isi puisi dapat disimpulkan sebagai berikut:

"Seseorang terobsesi oleh kilauan mata pisau. Ia bermaksud akan menggunakannya nanti malam untuk mengiris apel. Sayang, sebelum hal itu terlaksana, tiba-tiba terlintas bayangan yang mengerikan. Dalam hati ia bertanya-tanya, apa jadinya jika mata pisau itu dipakai untuk mengiris urat leher!"

Dari pemahaman terhadap isi puisi tersebut, pembaca disadarkan bahwa tajamnya pisau memang dapat digunakan untuk sesuatu yang positif (Contohnya mengiris apel), namun dapat juga dimanfaatkan untuk hal yang negatif dan mengerikan (Digambarkan mengiris urat leher).



Definisi

"Mata Pisau"
Tema
Gagasan utama penulis yang dituangkan dalam karangannya.
:
Sesuatu hal dapat digunakan untuk kebaikan (bersifat positif), tetapi sering juga disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Contoh: anggota tubuh, kecerdasan, ilmu dan teknologi, kekuasaan dan lain-lain.
Nada
Tone yang dipakai penulis dalam mengungkapkan pola pikiran.
:
Nada puisi "Mata Pisau" cenderung datar, tidak nampak luapan emosi penyairnya
Perasaan/Feeling
Sikap penyair terhadap pokok persoalan yang dikemukakan dalam puisi.
:
Penyair tidak setuju pada tindakan seseorang yang memanfaatkan sesuatu yang dimiliki untuk tujuan-tujuan negatif.
Amanat
Pesan moral yang ingin disampaikan penulis melalui karangannya.
:
Hendaknya kita memanfaatkan segala hal yang kita miliki untuk tujuan positif supaya hidup kita punya makna

1 komentar so far

JIka puisi anda sudah siap dan tidak punya webiste… silahkan posting saja puisi anda di www.puisi.co . Disitu bisa posting puisi kesukaan anda… Disitu juga menjadi komunitas para satra di Indonesia…

[-] Dilarang Memasukan Link Aktif
[-] No Spam, Sara, Promosi
[+] Sopan dan Saling Menghargai
[+] Saya sangat menghargai komentar dari anda

~Selamat datang dan terimakasih telah berkunjung~
EmoticonEmoticon