Wednesday, March 22, 2017

Pengalaman Sukses Menjadi Reseller Dropshipper

Tags


Pengalaman Sukses Menjadi Reseller Atau Dropshipper - Kisah menjadi Reseller Dropshipper ini cukup memberikan saya pelajaran dan pengalaman  bagaimana rasanya menghasilkan uang dari dropshipper, menjadi seorang pemasar produk untuk dijual dan menawarkannya ke internet. Pada artikel ini saya menuliskan Kisah sukses menjadi Reseller Dropshipper, kenapa? karena saya bersyukur, selama menjadi reseller dropshipper saya tidak mengalami yang namanya penipuan atau kegagalan yang cukup besar. Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang reseller dropshipper.

Apa itu Reseller Dropshipper?

Dropshipper adalah orang yang melakukan kegiatan pemasaran produk milik orang lain secara online maupun offline yang harganya bisa kita naikan sendiri. Tanpa modal, tanpa produk yang harus dimiliki, kita bisa langsung berjualan dengan menjual produk atau barang milik orang lain. Tugas kita sebagai Dropshipper hanyalah berinteraksi dengan calon pembeli, dan jika ada yang membeli barang ke kita, kita hanya perlu memesan barang yang diinginkan si pembeli kepada si penyedia barang(Supplier) dan mentransfer sejumlah uang yang sesuai dengan harga barang yang ditentukan. Tanpa memikirkan proses pengiriman, karena semua urusan pengiriman dan packing sudah diatur oleh si pemilik barang.

Contoh: Orang yang memiliki produk tersebut(Supplier) memasang harga sepatu sekitar Rp. 90.000 dan kita bisa menjualnya kembali dengan harga yang kita tentukan sendiri(Misalkan Rp.120.000). Sehingga, kita memiliki keuntungan Rp 30.000 dalam sekali transaksi.

Reseller adalah orang yang membeli barang dari supplier(Orang yang memiliki produk/barang) dan menjualnya kembali ke orang lain. Dengan kata lain, Reseller ini menyetok barang sendiri, melakukan proses pengirimannya sendiri.

Contoh: Si A membeli sepatu ke si B, Setelah proses transaksi pembayaran selesai, Si B pengirimkan produk atau barang pesanan ke si A. Selanjutnya si A bisa menjual ke si C, D, E dan seterusnya.


Kembali lagi ke cerita pengalaman menjadi Reseller Dropshipper...

Menurut saya, pada awalnya itu menjadi dropshipper adalah pekerjaan yang mudah dan juga bisa menambah penghasilan walaupun sedikit. Saya berniat untuk mencari-cari supplier yang menerima Dropshipper di internet. Seperti, cara menjadi dropship di lazadacara menjadi dropship di tokopediacara menjadi dropship di toko online, cara mencari dropshipper online shopjasa lowongan dropshipper dan lain sebagainya. Tapi hasilnya? saya terlalu takut untuk memulai dan terlalu takut untuk mempercayai seseorang.

Saya terlalu berambisi untuk memiliki toko online sendiri atau memiliki nama jual beli online sendiri, sekaligus ingin mencoba pengalaman baru. Setelah saya pertimbangkan kembali, saya harus mencoba untuk belajar percaya kepada seseorang dan melawan rasa takut saya.

Suatu hari, saya mencari lowongan reseller dropshipper di salah satu situs jual beli ternama yang cukup terkenal di indonesia (Sebut saja olx.co.id), saya mencari lowongan resseler yang menjual segala jenis fashion. Karena fashion akan selalu dibutuhkan oleh semua orang, seperti halnya baju dan sepatu. Saya mengirimkan pesan kepada beberapa orang yang membuka lowongan tersebut dengan harapan masih membuka lowongan dropshipper. Saya mencari orang yang menjual produk atau barang tidak lebih harganya dari 100 rb. Karena saya masih terlalu takut untuk memulai dan terlalu takut untuk terkena penipuan.

Singkat cerita....

Saya menemukan orang yang membuka lowongan reseller dropshipper untuk fashion wanita, seperti tas dan pakaian. Saya mulai menjualnya, memasarkannya melalui Sosial Media dan tentunya saya menggunakan nama online shop saya sendiri sebagai nama kepemilikan. Tidak puas dengan satu supplier, saya mencari 2 supplier lagi. 2 Supplier ini sama-sama menjual fashion, dengan merek dan barang yang sedikit banyak dan berbeda.

Saya memiliki 3 supplier untuk mendukung saya dalam membuka toko online atau online shop. Saya mulai mengupload sedikit demi sedikit produk mereka di sosial media.

Pada hari ketiga saya belum sepenuhnya mengupload produk, ada calon pembeli yang hanya menanyakan lokasi pengiriman. Nah, disinilah awal kebingungan saya. Disisi lain, ketiga supplier tersebut berbeda lokasi satu sama lainnya atau dengan lokasi saya juga. Dan saat ada yang menanyakan lokasi pengiriman, saya menjawab 3 lokasi. Yaitu lokasi saya, dan lokasi kedua supplier saya. Karena saya pikir kalo kebanyakan juga kurang baik dimata calon pembeli. Setelah saya balas pertanyaannya, akhirnya tidak ada balasan lanjutan.

Pada seminggu pertama saat hampir full produk saya upload ke salah satu sosial media (Instagram), ada seseorang yang menanyakan status barang yang saya jual, apakah masih tersedia atau tidak? lalu saya cek ke supplier saya dan ternyata kosong. Kemudian dia mencari produk kembali yang diinginkan dan menanyakan kembali kepada saya, apakah barang yang baru dia pilih lagi itu masih tersedia. Saya kembali bertanya kepada supplier, dan ternyata barangnya ada. pembeli tersebut memesan tiga barang, yaitu..

Tas Prempuan + Baju + Sepatu dengan total harga 370 rb (Total harga termasuk sudah dinaikan oleh saya dan maaf saya lupa harga dari masing-masing produk tersebut). Lalu saya transfer uang kepada supplier dengan harga yang sudah suplier tentukan(Sekitar 300 rban sudah beserta ongkos pengiriman). Keuntungan yang bisa saya ambil sekitar 65-70 rb dalam sekali transaksi.

Bukti Transfer Pembeli


Selang beberapa hari, ada pembeli yang bertanya soal produk sepatu yang saya pasarkan. Apakah masih tersedia dengan ukuran yang pembeli inginkan, lalu saya tanya supplier dan ternyata ada. Bersyukur karena masih ada yang percaya dengan online shop yang baru seminggu dibuka oleh saya. Tanpa banyak tanya, pembeli langsung transfer uang yang saya minta. Pembeli memesan sebuah sepatu dengan harga asli 85 rb dan saya naikan menjadi 100 rb. Jadi untung saya adalah 15 rb.

Bukti Transfer Pembeli


Dengan ini membuktikan bahwa fashion sangat dibutuhkan oleh sebagian orang, dan selebihnya hanya bertanya, menawarkan jasa promosi dan lain sebagainya. Inilah alasan kenapa saya menyebutnya Pengalaman Sukses Menjadi Reseller Dropshipper. Karena saya telah berhasil menjual barang dengan kepercayaan penuh dari si pembeli dan dengan keuntungan yang cukup.

Dalam hal ini bukan berarti sepenuhnya saya sukses dalam menjalankan bisnis dropship tanpa modal, ada satu kejadian dimana saat pembeli melakukan pemesanan dan ternyata barang tersebut tidak jadi diminati karena si pembeli meminta foto asli barang, sedangkan kita sebagai dropshipper hanya mempunyai foto produk barang dari supplier dan juga ada kejadian saat sudah transfer ternyata terjadi kekosongan produk. Sehinga saya merasa tanggung jawab terhadap uang yang sudah ditransfer, kemudian saya kembalikan uang tersebut. Dan hal inilah salah satu alasan yang membuat saya berhenti menjadi dropshipper. Mungkin akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya, karena akan terlalu panjang jika dibuat dalam satu artikel.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan dan menurut saya artikel ini bersifat pribadi untuk saya namun saya bagikan kepada semua orang, dengan harapan mereka bisa berani memulai bisnis walaupun dengan untung yang kecil.

[-] Dilarang Memasukan Link Aktif
[-] No Spam, Sara, Promosi
[+] Sopan dan Saling Menghargai
[+] Saya sangat menghargai komentar dari anda

~Selamat datang dan terimakasih telah berkunjung~
EmoticonEmoticon