12 Tips Bisnis Pulsa Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Buat kamu yang bingung bagaimana memulai bisnis jualan pulsa all operator, token listrik dan kouta data, bingung cara menentukan harga pulsa atau bahkan ingin membuka usaha konter pulsa dirumah dan menjual berbagai aksesoris hp beserta kartu perdana.

Jangan khawatir, pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan, beberapa tips bisnis pulsa untuk pemula tanpa modal yang besar, untuk membuka usaha pulsa yang menguntungkan.

Karena untuk kebanyakan orang, pulsa adalah kebutuhan paling penting untuk akses komunikasi jarak jauh. Entah itu melalui telepon dan sms, atau melalui chatting dan video call menggunakan kouta data.

Tapi untuk sebagian orang lainnya yang memiliki jiwa bisnis, kebutuhan pulsa bagi kebanyakan orang ini dijadikan peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan dengan cara berjualan pulsa.

Terlebih lagi, bisnis pulsa ini bisa dilakukan dengan modal yang kecil. Hanya dengan Rp 50.000 saja, kamu sudah bisa memulai bisnis jualan pulsa sendiri dirumah.

Bagi kamu yang masih pelajar dan mahasiswa, bisnis jualan pulsa ini sangat cocok untuk kamu yang ingin menambah uang jajan. Kamu bisa menjualnya ke teman sekolah atau kampus, orang terdekat atau siapapun yang membutuhkannya. Bisa mulai dengan modal kecil terlebih dahulu dan bisa juga langsung dengan modal yang besar.

Sebelum memulainya, berikut adalah beberapa tips bisnis usaha jualan pulsa sendiri dirumah untuk pemula dengan modal kecil yang menguntungkan.

1. Memiliki HP Untuk Bisnis Jualan Pulsa

Memiliki HP Untuk Bisnis Jualan Pulsa

Salah satu perlengkapan yang paling penting untuk memulai bisnis jualan pulsa adalah hp yang mendukung untuk melakukan transaksi pulsa. hp seperti apapun bisa digunakan untuk jualan pulsa, sekalipun hp murah dan tidak lagi bagus.

Selain untuk transaksi, hp juga digunakan sebagai catatan penjualan. Karena setiap transaksi yang dilakukan akan mendapatkan notifikasi berupa sms perihal terkirim atau gagalnya transaksi.

Maka dari itu, kamu harus memiliki hp khusus yang hanya digunakan untuk jualan pulsa saja, sedangkan hp untuk urusan pribadi harus dipisahkan agar notifikasi yang masuk nantinya tidak tercampur.

Karena ingin menekan pengeluaran dalam membuka bisnis pulsa tanpa modal yang besar, kamu bisa menggunakan hp jadul yang harganya relatif lebih murah dibandingkan hp android. Jika tertarik, kamu bisa membaca artikel mengenai 10 hp jadul yang cocok untuk jualan pulsa.

Hanya saja, jika menggunakan hp jadul, kamu hanya bisa melakukan transaksi pulsa seperti m-kios saja, yaitu transaksi yang dilakukan melalui sms. Sedangkan hp android, kamu bisa melakukan transaksi pulsa m-kios dan menggunakan aplikasi khusus jualan pulsa yang bisa kamu dapatkan di playstore.

2. Memiliki Modal Untuk Membeli Saldo Pulsa

Modal Jualan Pulsa

Untuk membuka bisnis pulsa untuk pemula, kamu gak perlu mengeluarkan banyak uang sekaligus untuk modal awal, karena kamu bisa memulainya dengan modal kecil, yaitu mulai dari Rp 50.000 rupiah.

Kalo kamu memiliki saldo Rp 50.000 dan menjual pulsa Rp 5.000 dengan harga Rp 7.000, maka keuntungan yang akan kamu dapatkan apabila ada 5 orang yang membelinya adalah sekitar Rp 10.000 - Rp 15.000, lumayan besar bukan?

Tapi kalo kamu ingin memulai dengan modal yang besar untuk bisnis pulsa ini, gak masalah juga, yang terpenting jangan terlalu memaksakan. Yah, mulai dari kecil-kecilan juga gak masalah kan, nanti juga setelah mendapat untung kamu bisa mengupgrade modal kamu menjadi lebih besar.

3. Mencari Agen Pulsa Terpercaya

Mencari Agen Pulsa Terpercaya

Setelah memiliki hp untuk melakukan transaksi pulsa dan modal untuk membeli saldo pulsa, selanjutnya kamu harus memiliki agen pulsa terpercaya untuk melakukan pengisian saldo.

Saldo yang sudah kamu beli nantinya akan dikirimkan ke pembeli, baik itu berupa pulsa ataupun token listrik, tergantung dari transaksi yang dilakukan. Untuk harga saldo sendiri akan disesuaikan dengan deposit uang yang kamu keluarkan. Misalkan kamu ingin membeli saldo pulsa sebesar Rp 100.000, maka saldo pulsa yang akan kamu terima juga adalah Rp 100.000.

Salah satu agen pulsa yang saat ini cukup terkenal adalah m-kios, dimana kamu bisa jualan pulsa all operator, token listrik, token listrik dan lain sebagainya dengan harga yang cukup murah.

Lalu bagaimana cara mencari agen pulsa? berikut adalah caranya.

A. Mendatangi Konter atau Outlet Toko Pulsa Terdekat

Salah satu cara untuk mendapatkan agen pulsa terpercaya adalah dengan mendatangi konter atau outlet toko pulsa terdekat. Kamu bisa bertanya, apakah mereka "menerima pendaftaran multi chip (agen pulsa) atau tidak?" Jika bisa, kamu bisa mendaftarkan nomor hp yang akan digunakan untuk berjualan pulsa.

Tapi jika mereka tidak menerima pendaftaran agen pulsa, kamu bisa bertanya kembali ke mereka mengenai informasi agen pulsa yang mereka gunakan, agar nantinya kamu bisa mendaftar sendiri.

B. Melalui Aplikasi di Playstore

Banyak sekali aplikasi untuk jualan pulsa di playstore, kamu hanya perlu memilih aplikasi yang memiliki review bagus dan harga pulsanya murah. Kamu bisa membandingkannya sendiri dengan cara menginstall dan mendaftarnya.

Jika dirasa sudah cocok dengan aplikasi tersebut, kamu bisa melakukan deposit untuk melakukan pengisian saldo.

Tapi cara ini hanya berlaku untuk hp android ya dan transaksinya harus terhubung dengan internet. Kalo hp jadul ya transaksinya hanya bisa menggunakan agen seperti m-kios, yang transaksinya menggunakan sms.

C. Gunakan Aplikasi Marketplace atau E-Wallet

Baik marketplace Indonesia maupun wallet digital, tidak mau ketinggalan dalam melebarkan bisnisnya. Salah satu bisnis yang mereka kembangkan adalah jual beli pulsa.

Harga yang diberikan cenderung lebih murah, belum lagi kalo ada promo potongan harga dan cashback, pastinya untung banget buat kamu yang jualan pulsa menggunakan aplikasi dari marketplace atau E-Wallet.

Kalo kamu tertarik berjualan pulsa menggunakan aplikasi marketplace Indonesia, kamu bisa menginstall aplikasi mitra bukalapak, lazada, mitra tokopedia dan shopee.

Kalo ingin menggunakan E-Wallet, kamu bisa menginstall aplikasi OVO, DANA, Link, Gopay dan GrabTidak hanya pulsa, mereka juga menyediakan layanan seperti token listrik, bayar BPJS, PDAM, Telkom dan masih banyak lagi.

4. Memiliki Mobile Banking

M-Banking

Alasan kenapa kamu harus memiliki Mobile Banking dalam bisnis pulsa ini adalah agar mempermudah pengisian saldo. Kamu gak perlu ribet lagi bolak-balik ATM dan bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun.

Terlebih lagi, kamu bisa melakukan cek mutasi (pengeluaran dan pemasukan uang) apabila melakukan transaksi jarak jauh.

Jadi akan ada 2 manfaat ketika kamu memiliki Mobile Banking, memudahkan melakukan pembayaran saldo dan memudahkan menerima dan mengecek uang masuk.

Kalopun nantinya tidak digunakan untuk bisnis pulsa, Mobile Banking ini bisa kamu gunakan untuk keperluan. menyimpan uang. Tapi kalo kamu belum cukup umur dan belum bisa membuat rekening beserta M-Bankingnya, kamu bisa menggunakan E-wallet seperti OVO, Link, DANA dan Gopay.

5. Menyimpan Hasil Keuntungan Bisnis Pulsa

Menyimpan Hasil Keuntungan Bisnis Pulsa

Setiap ada orang yang membeli pulsa atau token listrik, kamu akan mendapatkan untung sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000. Meskipun keuntungannya terlihat kecil, tapi kalo banyak orang yang beli, nominalnya akan menjadi besar.

Keuntungan tersebut harus dipisahkan dengan uang pribadi ya, agar tidak tercampur dan asal terpakai begitu saja. Kamu boleh menyimpan untung tersebut dengan cara menabungnya, atau menjadikan untung tersebut sebagai modal kembali untuk membeli saldo.

Misalkan awal-awal kamu hanya mengisi saldo sebesar Rp 200.000, maka dengan untung yang di dapat, kamu bisa meningkatkan pengisian saldo tersebut menjadi Rp 300.000 atau bahkan Rp 500.000 apabila keuntungannya sudah cukup untuk melakukan upgrade pengisian saldo.

6. Jangan Menghutangkan Pulsa

Jangan Menghutangkan Pulsa

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang berbisnis pulsa adalah membiarkan orang lain menghutang pulsa seenak jidatnya yang entah akan dibayar kapan. Lalu mungkin juga, memberikan potongan harga untuk orang-orang tertentu, seperti gebetan atau pacar.

Gak masalah sih kalo hutangnya dibayar cepat, tapi bagaimana jika bayarnya lama? pura-pura lupa? tentu kamu akan mengalami kerugian. Belum lagi saat kamu menagihnya, kamu tidak enak hati atau bahkan yang ditagih biasanya lebih galak dari yang menagih.

Bisnis tetaplah bisnis, mau siapapun mereka tidak berhak berhutang mengatas namakan apapun. Temanlah, pacarlah, gebetanlah, sahabatlah, sama aja. Justru kalo mereka orang terdekat yang baik, seharusnya mereka tidak meghancurkan bisnis kamu dengan cara berhutang atau meminta harga yang lebih murah.

Karena keuntungan dari jualan pulsa sendiri tidaklah banyak untuk sekali transaksi, jadi pikirkan baik-baik sebelum memberikan hutang pulsa. Jika kamu tetap ingin menghutangi pulsa, kamu bisa memberikan pengecualian untuk dua hal ini, anggota keluarga dan orang yang membutuhkannya.

Pertama, kamu bisa menemui keluarga setiap saat, adik, kakak, ibu atau ayah, jadi dapat ditagih setiap saat.

Tidak membayar sekalipun tidak masalah saya rasa, terlebih lagi untuk ayah atau ibu apabila benar-benar membutuhkan pulsa, lalu lupa untuk membayar. Kamu boleh menagihnya, ataupun membiarkannya. Meski tidak bayar, kamu akan merasa ikhlas, merasa gapapa dan senang aja gitu, yah itu sih dari pengalaman pribadi saya aja, gatau kalo kamu.

Kedua, lakukan pada orang yang tepat, dipercaya dan membutuhkannya. Karena ada orang yang banyak uang, meminta pulsa, lalu berjanji akan dibayar yang akhirnya tidak kunjung dibayar.

Ada yang ditagihnya susah, ada yang minta pulsa terus menerus dan dibayarnya mingguan atau bulanan dan setelah jatuh tempo, tidak membayarnya.

Pokoknya ada aja orang-orang yang merugikan dalam bisnis apapun, salah satunya adalah hutang seperti ini.

Jadi, berikanlah pada dia yang kamu percaya, mudah ditemui, gak bulshit gitu, gak sekedar omong kosong dan yang paling penting adalah berikan pada dia yang membutuhkan. Misalkan kamu tau orang tersebut sedang kesulitan ekonominya, belum punya uang atau bahkan uangnya kurang, tapi kamu percaya sama dia, kamu tulus ingin menolong dia, maka kamu boleh menghutanginya pulsa.

Tapi masalah hutang pulsa ini balik lagi ke kamu ya, boleh tidaknya yah kamu yang menjalankan sebagai seorang pembisnis pulsa.

7. Menentukan Harga Pulsa

Menentukan Harga Pulsa

Setiap konter yang menjual pulsa, paling besar harga yang dinaikan sebesar Rp 2.000 dari pulsa yang dibeli. Misalkan ada orang yang membeli pulsa sebesar Rp 5.000, maka harganya adalah Rp 7.000, begitu seterusnya.

Untuk proses pembelian pulsa diatas Rp 100.000, kamu bisa menaikan harganya sekitar Rp 3.000 atau Rp 5.000. Kenapa bisa begitu? Karena pembeliannya terlalu besar, sedangkan untung kita sedikit jika hanya menaikannya seharga Rp 2.000.

Loh, apa masalahnya?

Logikanya gini, kamu hanya memiliki saldo sebesar Rp 100.000, lalu ada orang yang membeli pulsa sebesar saldo kamu, yaitu Rp 100.000. Lalu kamu menjualnya seharga Rp 102.000 hanya menaikan Rp 2.000.

Untuk sekali transaksi pulsa, kamu hanya mendapatkan Rp 2.000 saja. Sayang banget bukan?

Untuk saat ini saja, ada beberapa orang yang menganggap bahwa menaikan harga Rp 2.000 masih dianggap terlalu kecil dan memutuskan untuk menaikannya lagi menjadi Rp 3.000. Misalkan harga pulsa yang awalnya Rp 12.000, mereka jual Rp 13.000.

Lalu, bagaimana cara menentukan harga pulsanya?

A. Pertama, riset harga pulsa disekitar rumah kamu. Kamu bisa membelinya dan memperhatikan harga yang ditawarkan, apakah masih stabil di harga Rp 2.000 atau tidak. Jika masih stabil, jangan naikan harganya. Tapi kamu juga boleh menaikan harga, asalkan penjual pulsa ditempat kamu tidak terlalu banyak. 

Karena kalo ada yang jual pulsa selain kamu dan mereka menggunakan harga yang standar, ketika kamu menaikan harganya, akan dikhawatirkan bisnis kamu kalah saing.

B. Kedua, minimnya konter pulsa disekitar rumah kamu. Kalo dirumah kamu hanya ada beberapa saja penjual pulsa dan dirasa orang-orang sangat kesulitan dalam mencari pulsa, kamu bisa menaikan harga Rp 3.000 atau bahkan Rp 5.000 tanpa perlu riset harga terlebih dahulu.

Apalagi kalo mereka pikir, penjual pulsa yang jaraknya dekat dengan mereka hanya kamu seorang, pasti harganya sedikit mahalpun mereka terima. Karena kebanyakan orang akan malas dan terseugesti seperti ini, "Ah kalo ada yang deket, ngapain ke yang jauh."

Tapi inget juga nih, inget. Menaikan harga yang terlalu tinggi itu gabaik juga. Karena dikhawatirkan bisnis pulsa kamu menjadi gak laku.

C. Ketiga, lihat saldo yang terpotong. Kalo misalkan, misalkan nih ya, misal. Ada orang yang membeli pulsa sebesar Rp. 5.000, lalu saldo pulsa yang terpotong adalah Rp 6.050 dan kamu menjualnya seharga Rp. 7.000, lalu kamu merasa untungnya terlalu sedikit, hanya Rp 950 untuk sekali transaksi, kamu boleh menaikan harganya. 

Kalo nanti yang beli nanya, kok harganya sedikit mahal? kamu bisa bilang, karena saldo yang terpotongnya lumayan besar dan untungnya sedikit. Tapi kalo kamu tipe orang yang ikhlas dan memiliki pola pikir "gapapa dikit yang penting ada untungnya", yah yaudah, gunakan harga standar yang kebanyakan penjual pulsa lainnya gunakan.

8. Promosi Melalui Media Sosial

Promosi Melalui Media Sosial

Kalo sudah memiliki Mobile Banking atau E-Wallet dan ingin melebarkan bisnis pulsa, kamu bisa melakukan promosi di internet, entah itu di blog, ataupun sosial media seperti facebook, instagram atau twitter.

Yah yang paling gampang sih promosi di sosial media, apalagi di facebook yang paling banyak penggunanya.

Dengan melakukan promosi ini maka kamu bisa memberitahukan teman, sahabat atau orang yang tidak kamu kenal, bahwa kamu menjual pulsa. Siapapun yang butuh pulsa, mereka bisa membelinya di kamu.

Tidak hanya itu, hasil penjualan pulsa kamu pun dapat meningkat drastis.

Tapi inget, jangan menghutangi pulsa!!!, tapi kalo orangnya gampang ditagih, gampang ketemu, atau kamu percaya banget sama orang yang kamu hutangi, ya gamasalah sih.

9. Melakukan Promosi Secara Offline

Melakukan Promosi Secara Offline

Promosi yang dilakukan pada cara ini adalah dengan memberitahu orang-orang sekitar bahwa kamu menjual pulsa atau token listrik. Selain itu, kamu juga bisa membuat dan menempelkan selebaran kertas disekitar rumah kamu mengenai informasi harga pulsa yang kamu jual.

Dalam hal ini, tidak perlu malu. Berbisnis apapun, usaha apapun. Jika yang dikerjakan adalah pekerjaan baik dan halal, kita harus bahagia. Karena setidaknya ada keinginan untuk berusaha mendapatkan uang tanpa merugikan orang lain.

10. Menambah Jumlah Saldo Dari Keuntungan

Menambah Jumlah Saldo Dari Keuntungan

Keuntungan yang kamu peroleh dari bisnis pulsa dengan modal kecil, bisa kamu gunakan untuk menambah saldo kembali. Misalkan, saldo awal kamu dalam membuka bisnis pulsa adalah Rp 50.000 dan untung Rp 10.000.

Untuk pengisian saldo selanjutnya, kamu bisa mengisi sejumlah Rp 60.000, dan seterusnya. Karena pulsa adalah kebutuhan, maka saldo akan cepat habis. Dari pada hanya mengandalkan balik modal untuk menambah saldo, mending kamu gunain aja untungnya untuk modal lagi.

Yah, sampai bisnis kamu berjalan dengan sempurna dan memiliki untung yang lumayan, kamu boleh menggunakannya. Karena sayang aja gitu, untungnya dikit tapi kamu pakai untuk sekali habis.

11. Buatlah Konter Pulsa Sendiri

Buatlah Konter Pulsa Sendiri

Buat kamu yang dari awal bisnis pulsa kecil-kecilan dan hanya bermodalkan hp saja, sudah saatnya kamu membuka sebuah konter pulsa. Tidak terlalu besarpun tidak masalah, yang terpenting kamu memiliki tempat untuk berjualan.

Mulailah menambah perlengkapan konter pulsamu, seperti membeli meja kaca, aksesoris hp, kartu perdana, voucher pulsa atau paket data.

Tentunya secara bertahap ya, jangan terlalu memaksa ingin memiliki konter kalo memang keadaan tidak memungkinkan. Sesuaikan dengan modal yang kamu punya, kalo belum memiliki modal untuk membuka konter, kamu bisa melakukannya secara pelan-pelan, kumpulkan uang terlebih dahulu, entah itu dari keuntungan jual pulsa, atau dari hasil kerja, yang penting jangan memaksakan diri.

Tapi kalo sudah memiliki modal, langsung buka konter, jangan malu, dan mulailah berbisnis.

12. Belajar Sistem Downline

Belajar Sistem Downline

Downline adalah cara kamu mendapatkan uang dengan cara mengajak dan mendaftarkan seseorang untuk menjadi agen pulsa. Dari setiap transaksi yang dilakukan oleh orang tersebut, maka kamu akan mendapatkan sedikit untung.

Misalkan kamu mendaftarkan A, B, C, D dan E sebagai agen pulsa, lalu masing-masing dari mereka mengajak 100 orang untuk menjadi agen pulsanya. Maka setiap transaksi yang dilakukan oleh mereka, kamu akan mendapatkan penghasilan tergantung dari ketentuan agen yang kamu pilih.

Bayangkan seandainya 1 kali transaksi pulsa yang dilakukan oleh downline kamu akan memberikan untung sebesar Rp 200, jika ada 100 kali atau bahkan 1000 kali transaksi, coba bayangkan berapa untung yang akan kamu dapatkan?

Mungkin hanya itu yang bisa saya jelaskan mengenai tips bisnis pulsa untuk pemula, dengan modal kecil dan mendapatkan gambaran untung yang banyak. Semoga bisa bermanfaat dan dapat dipahami dengan mudah untuk kamu yang ingin memulai bisnis pulsa ini.