Perancangan Perpustakaan Berbasis Internet Beserta Metodenya

Perancangan Perpustakaan Berbasis Internet Beserta Metodenya

Manusia memang tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Bahkan dimasa depan, seluruh aktivitas akan dikaitkan dengan teknologi IoT. Saat ini saja sistem transportasi, pusat perbelanjaan, jalan tol, dan BPJS di Jakarta sudah dilengkapi dengan sistem ini. Diharapkan sistem ini juga suatu saat dapat diterapkan pada perpustakaan berbasis Internet.


Perpustakaan Berbasis Internet

Perpustakaan tersebut akan disebut dengan perpustakaan cerdas yang mana dapat melakukan berbagai macam tugas otomatis seperti memonitor, registrasi, dan membangun sistem keamanan. Selain itu, perpustakaan ini juga dapat mengatur, melakukan pelacakan terhadap para peminjam dan mendeteksi buku atau bacaan kesukaan dari orang yang berada di perpustakaan.

Jadi jika sistem ini terealisasi, pustakawan yang ada hanya bertugas untuk mengembalikan buku. Maka dari itu sistem ini sedang dirancang sebaik mungkin untuk dapat membantu kinerja bagi seluruh penghuni perpustakaan.

Metode Perpustakaan Cerdas
Metode yang  akan digunakan untuk mendesain perpustakaan berbasis Internet ini membutuhkan hardware arsitektur khusus dan software pendukung.

1. Hardware Khusus 
Platform IoT yang ada akan sangat membutuhkan hardware berupa teknologi seperti struktur IoT dan hardware untuk platform itu sendiri. Untuk teknologi yang diharuskan ada adalah seperti konektivitas internet, IPv6, RFID, sistem Cloud¸dan jaringan sensor (WSNs).

Dalam hal ini IoT akan menggunakan berbagai macam teknologi untuk mendukung terjaganya konektivitas antara peralatan dengan sensor yang ada. Konektivitas dalam hal perpustakaan serba internet ini akan menjadi sangat krusial atau penting. Untuk mewujudkan konektivitas yang baik, maka aktuator dan kontroler akan dihubungkan satu sama lain melalui internet.

Sedangkan RFID bertugas untuk mendeteksi adanya even khusus, aktivitas, atau melakukan pengiriman, dan penerimaan pesan. Hardware ini dengan kata lain berfungsi untuk mengumpulkan data dan menyimpan data untuk tujuan privasi. Kemudian untuk sistem Cloud, akan ada dua macam mode yaitu mode pribadi dan mode publik.

2. Software Pendukung
Software pendukung yang dibutuhkan adalah seluruh macam software yang dapat memungkinkan kinerja hardware dengan baik. Tanpa adanya software yang mendukung ini, perpustakaan berbasis Internet tidak dapat terealisasi. 

Jadi untuk mewujudkan perpustakaan berbasis Internet bukan hal yang mudah. Namun, suatu saat semua itu akan tercapai, karena yang paling susah adalah langkah pertama. Jika sudah ditemukan cara yang tepat, maka tercapainya perpustakaan jenis ini akan menjadi hal yang sangat mudah bagi pemerintah.

Alasan Belum Terwujudnya Perpustakaan Berbasis Internet

Pada dasarnya berbagai perpustakaan besar di negara berkembang masih dikelola secara tradisional. Ada banyak alasan yang menyebabkan hal itu terjadi:

1. Biaya Yang Akan Membengkak
Perpustakaan berbasis Internet berarti adalah biaya tambahan bagi banyak negara berkembang, karena konektivitas Internet yang dibutuhkan harus yang berkualitas baik. Jika internet yang digunakan tidak berkualitas dengan baik, maka para pengunjung perpustakaan diharuskan untuk menunggu dengan waktu yang lama, akibat adanya loading.

Tak hanya mengenai konektivitas Internet, infrastruktur yang ada biasanya juga belum cukup memadai untuk terwujudnya perpustakaan cerdas. Maka dari itu, untuk merealisasikannya ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan.

2. Sistem Keamanan Yang Masih Diragukan
Sistem keamanan data pribadi sudah lama menjadi masalah yang banyak ditakuti oleh seluruh masyarakat dunia yang tinggal di negara yang sudah maju dan sudah menerapkan konsep kota cerdas. Bahkan di Amerika cyber crime atau kejahatan dunia maya lebih ditakuti dibandingkan dengan perampokan.
Alasannya mudah yaitu mudah untuk melacak perampok, karena sudah banyak CCTV dimana-mana, namun kejahatan dunia maya lebih susah untuk ditangkap. Maka dari itu, perkembangan teknologi haruslah selalu didukung dengan perkembangan moral, karena dengan moral orang akan menjadi sungkan dan merasa bersalah saat melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

Selain itu, itu adalah hanya sebagian kecil dari dampak negatif yang ada dibandingkan dengan manfaat yang akan diberikan apabila perpustakaan ini terwujud. Ingat bahwa setiap fasilitas yang ada selalu memiliki dua dampak baik negatif maupun positif. Tergantung dari bagaimana masyarakat menyikapi hal tersebut.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Komentar anda sangat berpengaruh untuk kemajuan blog sederhana ini, silahkan berikan saran, kiritik atau apapun itu untuk perkembangan blog kedepannya. Bijaklah dalam berkomentar untuk melihat seberapa bijak anda.

Selamat datang dan salam hangat dari saya~