10 Persiapan Sebelum Install Ulang Windows Di Laptop dan Komputer

|


10 Persiapan Sebelum Install Ulang Windows Di Laptop dan Komputer

Saat kamu ingin melakukan install ulang windows di laptop atau komputer, kamu perlu melakukan persiapan sebelum install ulang windows. Hal ini dilakukan agar install ulang sistem operasi berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan atau penyesalan setelahnya.

Install ulang dilakukan oleh kebanyakan orang untuk mengatasi masalah-masalah yang ada pada laptop atau komputernya, misalkan penyebabnya adalah virus, penggunaan menjadi lambat, beberapa perangkat tidak terdeteksi atau sekedar mengganti sistem operasi saja karena bosan.

Install ulang bisa dibilang cukup mudah untuk dilakukannya, tapi akan menjadi masalah besar jika kamu tidak melakukan persiapan sebelum install ulang sistem operasi windows. Kamu bisa kehilangan data, kegagalan installasi dan bahkan yang paling buruk adalah laptop dan komputer kamu tidak terinstall sistem operasi sama sekali.

Nah, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Silahkan simak penjelasan berikut ini mengenai persiapan sebelum install ulang sistem operasi windows di laptop atau komputer kamu.

Persiapan Sebelum Install Ulang Windows Di Laptop dan Komputer

 

1. Yakinkan Diri Untuk Melakukan Install Ulang

Yakinkan Diri Untuk Melakukan Install Ulang

Sebelum melakukan install ulang, pastikan bahwa kamu sudah yakin ingin menginstall ulang dan tanpa ada keraguan. Karena, install ulang merupakan kegiatan memasukan sistem operasi baru kedalam sebuah harddisk, sehingga laptop atau komputer dapat beroperasi kembali secara normal.

istilah lain dari install ulang adalah mereset seluruh data yang ada, jadi kamu akan kehilangan data-data pada sistem komputer kamu. Ingat, hanya sistemnya saja. Data kamu akan tetap utuh seperti foto, lagu, video dan file-file penting asal kan kamu hanya menginstall sistemnya saja, bukan bagian partisi.

2. Mempunyai 2 Sampai 3 Flashdisk dan 1 CD

Mempunyai 2 Sampai 3 Flashdisk dan 1 CD

Flashdisk dan CD buat apa sih? kok banyak banget persiapannya?

Yah karena proses install ulang sistem operasi bisa menggunakan 2 media, yaitu media flashdisk dan yang kedua adalah media CD. Tergantung kamu menginstall ulang menggunakan media apa.

Gunanya Flashdisk dan CD :

1. Jika kamu install ulang sendiri, usahakan gunakan flashdisk karena akan sangat praktis.

2. Jika kamu install ulang melalui jasa install ulang, pindahkan data penting kamu kedalam flashdisk atau CD agar tidak dihapus oleh ornag yang menginstallkan

Pada tahap ini kita hanya untuk jaga-jaga saja. Sebelum install ulang, kamu bisa memindahkan terlebih dahulu data yang ada di laptop atau komputer ke dalam flashdisk untuk mengamankan file-file yang dianggap penting.

Cara Kerja Flashdisk dan CD

1. Jika kamu memiliki 2 flashdisk, usahakan memiliki 1 CD. 1 flashdisk yang berisi sistem operasi digunakan untuk melakukan installasi dan 1 CD yang berisi sistem operasi digunakan untuk cadangan, dan 1 flashdisk lagi untuk menyalin data yang dianggap penting. 

Yah tidak salah kan kalo kita berjaga-jaga terhadap data-data kita agar tidak kehilangan. Kamu pastinya paham pada tahapan ini.

3. Backup Data

Backup Data

Backup Data adalah suatu kegiatan untuk membuat cadangan data untuk menghindari hilangnya data-data penting. Pada nomor 2 saya sudah menjelaskan mengenai Flashdisk dan CD, yaitu media yang bisa kamu gunakan untuk membackup data dengan cara praktis.

Mulai dari backup data installasi dan file-file penting milik kamu, harus dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

Ada banyak cara untuk melakukan backup data, kamu bisa melakukan cara yang menurut kamu paling mudah.

4. Memiliki Harddisk Eksternal

Memiliki Harddisk Eksternal

Tadi flashdisk dan CD, sekarang kok Harddisk?

Nah masih membahas soal backup data nih, Harddisk adalah media penyimpanan yang memiliki kapasitas besar dibanding Flashdisk dan CD, jadi harddisk sangat cocok untuk kamu yang memiliki data besar di laptop atau komputer dan memindahkannya ke dalam harddisk eksternal.

Harddisk eksternal memiliki fungsi yang sama denganFlashdisk dan CD, yaitu sama-sama untuk menyimpan data. Yang jadi masalahnya adalah, harddisk kurang praktis karena memiliki bentuk yang cukup besar dan harganya yang mahal.

Pada tahap ini kamu tidak wajib memiliki Harddisk, hanya sebagai alternatif saja.

5. File Sistem Operasi (File ISO)

File Sistem Operasi (File ISO)

Saat kamu ingin melakukan installasi, kamu membutuhkan file sistem operasi itu sendiri. Kamu ingin menginstall sistem operasi apa? Windows 7? Windows 8? Windows 10? atau Linux?.

Nah, apapun sistem operasi yang mau kamu install, kamu membutuhkan file sistem operasi tersebut. Kalo beli, kamu harus mengeluarkan uang sebesar 1 juta lebih. Kalo kamu download, kamu harus mendownload file sistem operasi  di internet yang biasanya memiliki format .iso dan harus membuat media installasinya menggunakan flashdisk atau CD.

6. Simpan Terlebih Dahulu Data Penting Ke Dalam Partisi Penyimpanan (Primary Partition) dan Lakukan Installasi Pada Partisi Sistem

Simpan Terlebih Dahulu Data Penting Ke Dalam Partisi dan Lakukan Installasi Pada Partisi Sistem

Saat kamu melakukan installasi, yang terhapus hanyalah sistemnya saja seperti yang sudah saya jelaskan. Berbeda dengan Partisi, partisi adalah proses pembagian kapasitas harddisk menjadi sebuah tempat penyimpanan.

Contoh Partisi : 

1. Kamu memiliki 2 partisi yaitu C: dan D: dengan kapasitas 500 GB
2. Lalu kamu membaginya, partisi C: 250 GB untuk sistem dan partisi D: untuk penyimpanan kamu.

3. Saat proses install ulang, yang akan terhapus adalah partisi C: dimana partisi C: biasanya digunakan untuk meletakan file-file sistem.

4. Sedangkan partisi D: adalah digunakan untuk menyimpan data

dengan begitu kita tidak perlu khawatir data akan hilang ataupun ribet mindahin data ke flashdisk maupun harddisk eksternal.

7. Persiapkan DRIVER 

Driver adalah software yang digunakan untuk menghubungkan antara sistem komputer dengan perangkat keras seperti mouse, keyboard, flashdisk dan jaringan internet.

Driver sangat penting dan wajib kamu miliki, tanpa driver akan ada beberapa fungsi dari perangkat keras dan sistem komputer yang tidak berjalan dengan baik.

Driver bisa kamu dapatkan dengan cara mendownload setelah melakukan install ulang, mendownload driver sebelum install ulang atau membeli CD Drivernya. Kamu bisa mendapatkannya dengan cara yang menurut kamu paling mudah.

8. Software Penting Setelah Installasi

Saat melakukan installasi, komputer atau laptop akan menjadi sistem yang baru, tidak berisi apa-apa. Nah, beberapa software penting untuk mengoptimalkan kerja sistem operasi wajib kamu persiapkan dan install. Seperti, Microsoft Office, Web Browser, Antivirus, Driver, Software Pemutar Video, Software pemutar audio dan lain sebagainya.

9. Kamu Membutuhkan Software RUFUS!

Rufus adalah software yang membuat flashdisk kamu menjadi media installasi atau biasa disebut dengan bootable.

10. Kamu Harus Mengerti Cara Masuk Ke BIOS dan Susunannya

Sebelum melakukan installasi sistem operasi, kamu harus mengerti cara masuk kedalam BIOS. Karena untuk menginstall ulang, kamu harus masuk ke BIOS.

Kamu bisa masuk ke BIOS dengan cara menekan tombol Delete, F2, F8, F12 atau ESC. Proses masuk bios biasanya tergantung dari jenis BIOS pada motherboard yang kamu gunakan. Kamu bisa mencobanya satu-satu dan susunan BIOS nya Flashdisk atau CD harus berada di posisi paling atas.

Tampilan Bios juga berbeda-beda biasanya tetapi strukturnya sama.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda sangat berpengaruh untuk kemajuan blog sederhana ini, silahkan berikan saran, kiritik atau apapun itu untuk perkembangan blog kedepannya. Bijaklah dalam berkomentar untuk melihat seberapa bijak anda.