Download Novel Ririn - Cintai Gue Kalo Berani! PDF

|

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan link Download Novel Ririn - Cintai Gue Kalo Berani! PDF dan juga Baca Online Novel. Link download eBook Cintai Gue Kalo Berani! ini gratis.


Cinderella... Oh Cinderella...

SD Harwa akan mengadakan pentas kesenian yang dihadiri semua orangtua siswa. Siang ini saatnya Bu guru memilih pemeran dalam acara tersebut. Kelas yang sedang ramai dengan suara anak-anak di siang itu adalah kelasnya Alendra dan saudaranya, Ditha.

"Oke. Sekarang siapa yang mau jadi Cinderella maju ke depan kelas," ucap Bu guru yang berdiri di dekat papan tulis. Beberapa saat tidak ada anak-anak yang mau maju, entah karena malu atau malas. Tapi Alendra yang terkenal pemberani maju ke depan kelas.

"Saya mau, Bu." Dengan percaya dirinya, Alendra tunjuk tangan dan maju.

"Huu...!" Sorak anak-anak sekelas, terutama anak laki-laki.

"Ada lagi yang mau jadi calon Cinderella ?" Bu guru menambahkan.

Ini dia si ekor Alendra, Ditha. Akhirnya Ditha maju dengan malu-malu dan berdiri di sebelah Alendra sambil memegang tangan Alendra. Meskipun kembar, tapi peribahasa 'bagai pinang dibelah dua' nggak berlaku buat mereka.

Alendra bisa dengan tenang berdiri di depan kelas tanpa beban. Sedangkan untuk berdiri aja, Ditha masih belum tegap dan gemetaran. Nggak usah jauh- jauh, dari penampilan aja udah ketahuan perbedaan di antara mereka. Alendra memiliki potongan

rambut pendek dengan model bob, sedangkan Ditha terlihat lebih mungil dengan rambut panjang sepunggungnya. Nggak lama kemudian, dua anak perempuan ikutan maju dengan ragu-ragu.

"Nah.....siapa yang setuju kalo Monic jadi Cinderella? Ayo angkat tangan," bimbing Bu guru. Bu guru pun menghitung suara yang dikumpulkan untuk Monic. Hasilnya ada lima suara.

"Sekarang siapa yang setuju dengan Jessica?" lanjut Bu guru. Nggak berbeda jauh dari hasil yang diperoleh Monic, Jessica mendapatkan enam suara.

"Nah, kalo untuk Ditha?” Kali ini tangan yang terangkat lebih banyak dari sebelumnya, lebih dari 10 tangan. Menyadari keadaannya, Alendra sempat menunduk sedikit karena kecewa.

"Bu, saya setuju kalo Alendra yang jadi Cinderella!" seru salah seorang anak yang duduk di pojok belakang sana. Dia adalah teman sebangku Alendra. Hanya dia yang memberikan suara
untuk Alendra.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda sangat berpengaruh untuk kemajuan blog sederhana ini, silahkan berikan saran, kiritik atau apapun itu untuk perkembangan blog kedepannya. Bijaklah dalam berkomentar untuk melihat seberapa bijak anda.