Skip to main content

Dampak Negatif Ghosting Bagi Kesehatan Mental

Dampak Negatif Ghosting Bagi Kesehatan Mental

Apakah kalian pernah mendengar istilah Ghosting? Atau bahkan pernah mengalaminya?

Ada banyak alasan yang menyebabkan terjadinya ghosting. Akan tetapi, seringnya pelaku Ghosting memilih cara ini untuk menghindari sebuah komitmen, hubungan serius, atau memang sudah merasa tidak tertarik lagi.

Walaupun demikian, perilaku ghosting sangat tidak baik untuk dilakukan. Sebab ghosting bisa memberikan dampak psikologis yang buruk bagi korbannya.

Dampak Ghosting Bagi Kesehatan Mental

Dampak Ghosting Bagi Kesehatan Mental

Bahaya Ghosting umumnya membuat seseorang merasa kehilangan dan bisa mengganggu kesehatan mentalnya. Berikut adalah dampak Ghosting bagi kesehatan mental.

1. Merasa Tak Pantas dan Tak Berharga

Ditinggalkan tiba-tiba saat hubungan baik-baik saja membuat korban Ghosting merasa sangat tidak dihargai. Bahkan seringkali mereka berpikir bahwa dirinya sangat tak berharga hingga seseorang pergi darinya tanpa memberikan penjelasan apapun.

2. Overthinking Hingga Trauma

“Kenapa dia tiba-tiba menghilang gitu aja?”

“Apakah aku begitu membosankan?”

Kira-kira seperti itu hal yang dipikirkan korban Ghosting. Memikirkan terus menerus secara berlebihan, bingung, cemas, merasa ditolak dan merasa tak berharga terus menghantuinya hingga membuat suasana hati kian memburuk.

Bahkan, tak jarang rasa sakit yang dirasakan membekas hingga membuat trauma tersendiri untuk mulai menjalin hubungan dengan orang lain. Perasaan takut ditinggalkan dan dianggap tak berharga terus menghantuinya ketika ingin mulai menjalin hubungan baru.

3. Insecure

Ketika seseorang di Ghosting dan merasa overthinking, hal yang sering mereka pikirkan adalah mengapa pelaku melakukan ghosting terhadap dirinya.

Setelah itu, dia mulai insecure akan dirinya. Merasa bahwa diri sendiri adalah alasan terkuat si dia melakukan ghosting terhadapnya.

Hingga muncul perasaan bahwa dirinya sangat buruk, dan sering kali berpikir bahwa dia di ghosting karena dirinya tidak menarik dan tak pantas.

Dampaknya, korban mulai membenci dirinya sendiri. Padahal bisa saja pelaku meninggalkannya karena memang tidak mau terikat dengan hubungan yang serius.

Kesimpulan

Untuk kamu yang tidak memiliki ketertarikan terhadap suatu hubungan, alangkah baiknya berterus terang mengatakan apa yang kamu rasakan dan apa yang ingin kamu lakukan.

Jangan sampai, mengambil keputusan sepihak tanpa memikirkan perasaan orang yang akan ditinggal pergi tanpa alasan, dan membuat korban ghosting berharap diantara penantian atau melupakan dengan cara yang menyakitkan.

Pergi tanpa alasan mungkin menjadi bagian dari hak kamu, tapi kamu akan menciptakan bekas luka, dimana mereka yang tulus nantinya akan tidak diperdulikan oleh orang yang pernah terkena Ghosting.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->