Skip to main content

Mengenal Apa itu Depresi dan Penyebabnya

Mengenal Apa itu Depresi dan Penyebabnya

Major Depressive Disorder (MDD) atau biasa disebut depresi merupakan penyakit mental yang yang ditandai dengan suasana hati yang tertekan, berkurangnya minat, gangguan fungsi kognitif dan gejala vegetatif, seperti gangguan tidur atau nafsu makan.

Depresi merupakan gangguan mental yang sangat kompleks. Hal itu dapat mempengaruhi cara berpikir dan cara bertindak seseorang, serta bisa membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan serius.

Depresi kerap kali dikaitkan dengan kesedihan. Namun, seseorang yang depresi tidak selalu merasa sedih. Bahkan beberapa dari mereka tidak bisa merasakan apa-apa, atau singkatnya, mati rasa. Tidak ada emosi apapun, serta merasa kosong atau hampa.

Sampai saat ini, penyebab depresi masih belum benar-benar diketahui. Namun para peneliti menduga, bahwa sebenarnya ada banyak penyebab depresi yang berbeda-beda dan tidak selalu dapat dicegah.

Penyebab Depresi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami depresi, diantaranya:

  1. Genetik
  2. Ketidakseimbangan senyawa kimia pada otak
  3. Kondisi medis yang sedang dialami
  4. Penggunaan zat adiktif atau obat terlarang
  5. Stres atau tekanan batin
  6. Trauma masa lalu

Gejala Depresi

Umumnya, seseorang yang mengalami depresi akan merasakan hal-hal berikut ini:

  1. Insomnia atau hypersomnia
  2. Perasaan bersalah
  3. Sedih berkepanjangan
  4. Merasa tidak ada harapan
  5. Merasa lelah sepanjang waktu
  6. Tidak nafsu makan atau makan berlebihan
  7. Kehilangan gairah terhadap seks, maupun minat terhadap sesuatu yang menyenangkan (anhedonia)

Apa Yang Dipikirkan Orang Depresi?

Apa Yang Dipikirkan Orang Depresi?

Karena suasana hati yang buruk, sering kali yang dipikirkan orang depresi adalah hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan tekanan.

Seperti merasakan kesedihan, merasa tidak peduli dengan apapun, merasa bersalah, merasa ada banyak sekali yang dipikirkan sehingga menyebabkan perdebatan dan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan ketenangan.

Meskipun tidak permanen, depresi dapat memunculkan pikiran untuk bunuh diri. Lebih tepatnya, mereka tidak ingin mengakhiri hidupnya, melainkan ingin mengakhiri penderitaannya.

Seseorang dengan kecenderungan berpikiran untuk bunuh diri hanya mempunyai dua pilihan; pergi mencari bantuan, atau berakhir dengan percobaan bunuh diri.

Selain menjadi penyakit mental, depresi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Hal ini menyebabkan pengidap depresi lebih rentan terhadap penyakit fisik.

Gangguan mental seperti ini membutuhkan penanganan profesional. Dan jika di antara kalian ada yang sedang mengalaminya, saya sarankan untuk segera pergi ke psikiater terdekat.

Kita sebagai manusia sudah seharusnya mempunyai empati, dan jangan pernah menghakimi manusia lain.

Jadi, apa yang harus dilakukan jika ada pengidap depresi yang membutuhkan pertolongan?

Bujuk dan antar mereka untuk meminta pertolongan tenaga profesional atau psikiater. Karena sering kali mereka merasa malu dan tidak ingin berkonsultasi ataupun berobat.

Jika tindakan tersebut gagal, tak perlu memaksa. Kalian bisa memulainya dengan menjadi pendengar yang baik. Tak perlu menghakimi, apalagi mengadu nasib. Alih-alih memberi solusi yang akan berakhir pada toxic positivity, lebih baik rangkul mereka. Cukup dengar, lalu peluk. Mudah, bukan?

"Being listened and accepted might be the help they need the most."{alertInfo}

Teruntuk kamu yang mengalami depresi, ingatlah kamu tidak sendirian.

Saya tidak tahu apa yang telah kamu lalui dan saya pun benar-benar tidak tahu apa yang kamu rasakan. Kalau memang terasa berat, berbagi bebanmu kepada orang terdekat.

Menanggung beban pikiran begitu melelahkan, bukan? Istirahatlah sejenak, tidak perlu memaksakan diri. Saya tidak tahu kapan penderitaan kamu akan berakhir. Boleh jadi esok, minggu depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan.

"Time Heals All Wounds."{alertInfo}

Hanya waktu-lah yang benar-benar menyembuhkan. Yang jelas, masa-masa itu akan berlalu seiring berjalannya waktu. Jadi, bersediakah kamu untuk tetap bertahan?

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->