Skip to main content

Pengertian Open Source dan Close Source Beserta Contohnya

Pengertian Open Source dan Close Source Beserta Contohnya

Open source dan close source adalah kedua istilah yang membedakan sistem operasi atau aplikasi yang kita gunakan pada komputer berdasarkan tujuan diciptakannya.

Kedua istilah tersebut memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk kita menggunakannya. Salah satu contoh open source dan close source adalah sistem operasi yang kita pakai, baik itu Windows ataupun Linux.

Sederhananya, open source bisa dikatakan sebagai freeware atau segala sesuatu yang dihadirkan secara gratis untuk umum dengan fitur yang lengkap, sedangkan close source bisa dikatakan gratis namun fiturnya terbatas, untuk menikmati fitur lengkapnya harus membeli lisensi terlebih dahulu.

Agar lebih jelas, simak pengertian, macam-macam open source dan close source beserta kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Open Source

Open Source adalah sebuah sistem yang kode programnya terbuka secara umum agar bisa dimodifikasi dan dikembangkan menjadi sesuatu yang baru. Kamu juga bisa menyebutnya dengan freeware atau software gratis yang memberikan kebebasan kepada pengguna dalam hal menggunakan.

Kelebihan dan Kekurangan Open Source

Meskipun gratis digunakan, terdapat kelebihan dan kekurangan Open Source. Diantaranya sebagai berikut:

Kelebihan Open Source

1. Dapat Dikembangkan

Dengan mengembangkan sistem operasi open source, kita bisa menjadi salah satu developer atau pembuat inovasi baru dari yang sudah ada. Kita mempelajari, memahami sedikit demi sedikit, mengubah hal yang kita inginkan, hingga tercipta suatu sistem yang baru dengan desain sistem yang sesuai dengan keinginan kita.

2. Legal Dalam Pemakaian

Legal adalah pemakaian yang sah tanpa adanya tuntutan hukum dari si pembuat, karena Open Source adalah sistem yang gratis untuk mempelajari suatu sistem. Berbeda dengan Close Source yang memiliki lisensi dan hukum atas pemakaiannya.

3. Tidak Ada Pembajakan Sistem Operasi Open Source

Semua pemakai sistem operasi Open Source memiliki hak untuk digunakan dalam keperluan pribadinya, bebas untuk mengganti dan mengembangkannya. Karena Open Source telah memiliki nama dan identitas dalam penggunaan yang gratis dan legal.

4. Memahami Sistem Operasi Struktur Sistem

Dengan adanya pembebasan dalam pemakaian, kita dapat mempelajari sebuah sistem yang ada pada Open Source. Untuk nambah pengetahuaan, sekedar iseng, atau memang berniat untuk menjadi developer sebuah sistem operasi yang baru.

Kekurangan Open Source

1. Tidak Adanya Dukungan

Tanpa adanya dukungan, sistem operasi Open Source terlalu asing untuk mereka yang tidak mengenalinya. Karena hanya sedikit yang mengetahui dan ingin mempelajari Open Source. Proses pengenalannya menjadi sangat lambat karena tidak ada dukungan dari prusahaan, dukungan dana, pemasaran dan lain sebagainya.

Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Sistem Open Source, tetapi sangat disayangkan karena kurangnya dukungan dari berbagai pihak untuk kemajuan sistem ini. Meskipun demikian, masih ada beberapa orang yang menggunakan sistem open source dengan alasan mudah untuk dipahami dan dipelajari.

2. Harus Bisa Menyesuaikan Tampilan Antar Muka Sistem Operasi Open Source

Salah satu kekurangan yang ada pada open source adalah tampilannya, kita harus bisa menyesuaikannya, karena sistem ini sangat berbeda dengan close source. Pada open source kita harus memahami dan mempelajarinya sendiri (otodidak), maka kita harus memahami dan membiasakan dengan tampilannya.

Pengertian Close Source

Close Source adalah sebuah sistem yang kode programnya tidak terbuka secara umum. Tidak bisa dimodifikasi ataupun dikembangkan lebih lanjut oleh pengguna. Untuk dapat menggunakan close source ini biasanya melalui lisensi yang dibagikan secara gratis maupun berbayar.

Close Source lebih tertutup dan ditujukan untuk kepentingan bisnis dalam meraih keuntungan bagi perusahaan yang membuatnya.

Kelebihan dan Kekurangan Close Source

Close Source masih bisa digunakan secara gratis walaupun fitur yang diberikan biasanya terbatas. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah kelebihan dan kekurangan Close Source:

Kelebihan Close Source

1. Proteksi Keamanan Sangat Tinggi

Close Source memiliki tingkat keamanan yang tinggi dikarenakan sistem ini telah memiliki tampilan dan struktur kode yang lebih baik, karena itu sistem operasi ini memberlakukan sebuah sistem yang dapat digunakan secara gratis ataupun membayar dan juga tidak dapat dirubah dan dikembangkan lebih lanjut. 


2. Tampilan Yang Bersahabat

Close Source telah menetapkan tampilan untuk setiap versinya, untuk setiap sistem yang dibuatnya. Maka dari itu, si pengembang sistem operasi sudah menanamkan tampilan yang bagus dan cukup bersahabat, sehingga kita mudah mengerti tanpa harus mempelajari struktur kode seperti halnya Open Source.

3. Ilegal Dalam Pemakaian Yang Berlebihan (Pembajakan)

Ilegal dalam hal ini adalah dalam pemakaian yang tidak wajar, dimana semua orang menggunakan sistem operasi ini tanpa menggunakan lisensi atau serial key yang resmi dari si pembuat. Meskipun menggunakan versi yang asli, versi tersebut bisa dirubah menjadi versi yang berbayar. Sehingga hal ini yang menyebabkan penggunaannya ilegal untuk seseorang. Seperti yang kita tau, serial lisensi ini sangat banyak dan bertebaran di internet, dapat kita ambil dengan mudah.

3. Tertutup

Tidak ada hak akses dalam perubahan, pengembangan maupun pembelajaran. Karena struktur sistem operasi Close Source telah tersedia dan dibentuk sedemikian rupa dengan desain yang terbaik.

4. Banyak Dukungan Dari Berbagai Pihak

Close Source memiliki dukungan yang banyak dalam penggunaannya, mulai dari dukungan perangkat, dukungan sistem, dukungan dana dan dukungan pemasaran. Mulai dari perusahaan perangkat, perusahaan sistem, developer game ternama dan lain sebagainya

Kekurangan Close Source

1. Tidak Ada Kebebasan Dalam Penggunaan Struktur Sistemnya

Seperti yang sudah saya singgung pada penjelasan sebelumnya, bahwa sistem operasi ini memiliki struktur kode yang tertutup, sehingga tidak mudah melakukan hal yang berhubungan dengan kode sistem dan digunakannya pada sistem operasi Close Source. Kode sistem bisa dibilang hanya rahasia perusahaan saja.

2. Sering Terjadi Masalah

Masalah yang dihadapi pada sistem Close Source sangatlah beragam, mulai dari sistem error, sistem tidak terbaca, atau sistem tidak sah/resmi.

3. Pembajakan

Ada pembatasan dalam pemakaian Sistem Operasi Close Source pada versi gratis, dengan begitu para peretas atau para ahli sistem menggunakan cara lain. Yaitu membajak Lisensi Key.

Macam-Macam Open Source

Salah satu contoh open source adalah sistem operasi linux, yang telah dikembangkan oleh banyak orang sehingga memiliki versi lainnya yang disebut distro linux.

Contoh sistem operasi open source yaitu: Redhat, Linux Ubuntu, Mandriva, OpenSUSE, Debian, Fedora, Unix, Novell Netware, FreeBSD, Kondra Linux, Turbo Linux, Slackware, Redhat, BSD OS FREE, LinuxMandrake, GNULinux, VectorLinux, MintOS, Blangkon, WinLinux, Knoppix, Salix OS, Qubes OS, Open Xange, WattOS, ZevenOS, gOS, TinyMe, Chakra, PureOS, MageiaOS, PCLinuxOS, Sabayon Linux.

Macam-Macam Close Source

Salah satu contoh close source adalah sistem operasi windows, karena kepemilikannya berlisensi dan tidak untuk dimodifikasi ataupun dikembangkan. Hanya boleh digunakan secara gratis dengan fitur terbatas, membeli lisensi untuk menikmati berbagai fitur atau membajaknya.

Contoh sistem operasi close source yaitu: MS-DOS, Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows NT, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista , Windows Server 2008, Windows 7, Windows 8, Windows 10, MAC OS, IBM OS.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->